Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Apa itu Sindrom Text Neck? IDI Purworejo Berikan Penjelasannya

Apa itu Sindrom Text Neck
Ilustrasi. Sumber: Pixabay/ JESHOOTS-com

Beberapa fisioterapis di Indonesia bahkan menawarkan terapi khusus untuk mengurangi gejala text neck.

Terapi ini meliputi latihan peregangan, penguatan otot leher, dan penggunaan alat bantu untuk memperbaiki postur.

Di luar negeri, fenomena ini juga menjadi perhatian banyak organisasi kesehatan.

The American Chiropractic Association (ACA) telah menyebutkan sindrom text neck sebagai salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering terjadi saat ini.

Mereka menyarankan pengguna perangkat elektronik untuk mengambil jeda setiap 20–30 menit untuk melakukan peregangan leher.

Sementara itu, sebuah laporan dari BBC menyebutkan bahwa di Inggris, jumlah pasien muda dengan keluhan leher dan bahu meningkat 50% dalam lima tahun terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa sindrom text neck bukan hanya masalah kesehatan yang bersifat lokal, tetapi sudah menjadi fenomena global.

Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), penggunaan perangkat elektronik secara terus-menerus dapat berdampak buruk tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental.

IDI Purworejo menekankan pentingnya edukasi sejak dini, terutama di sekolah-sekolah.

Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengadakan program sosialisasi di berbagai tingkat pendidikan.

Salah satu fokus kampanye adalah memperkenalkan latihan peregangan sederhana yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas belajar.

Kesadaran akan pentingnya postur tubuh yang baik juga harus ditanamkan pada orang tua, mengingat peran mereka dalam membimbing anak-anak.

Penggunaan alat seperti stand ponsel atau tablet juga direkomendasikan untuk meminimalkan tekanan pada leher.

Sindrom text neck adalah bukti nyata bahwa teknologi modern membawa risiko kesehatan baru yang tidak boleh diabaikan.

Dengan langkah preventif yang tepat, risiko ini dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan.

(VZ/RS)