Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

IDI Indramayu Sebut Gejala Awal Demensia pada Lansia yang Perlu Diketahui Keluarga

Manfaat Senam Lansia untuk Menjaga Keseimbangan dan Mobilitas Tubuh Menurut IDI Boyolali
Ilustrasi. Sumber: Pixabay / DaviPeixoto

Kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari juga dapat menjadi tanda awal demensia.

Sebagai contoh, mereka mungkin mengalami kebingungan saat mencoba mengikuti resep masakan atau menggunakan perangkat elektronik sederhana.

IDI Indramayu menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap tanda-tanda ini agar intervensi medis dapat segera dilakukan.

Dukungan keluarga adalah kunci dalam mendeteksi dan mengelola kondisi demensia pada lansia.

Keluarga perlu mengamati perubahan pola tidur, yang sering kali menjadi indikator awal adanya gangguan kognitif.

Lansia dengan demensia juga dapat mengalami disorientasi waktu dan tempat, seperti bingung saat berada di lingkungan yang sebelumnya sudah dikenal.

Perubahan kebiasaan makan juga sering terjadi, misalnya lupa makan atau tidak mengenali makanan favorit mereka.

Menurut Mayo Clinic, salah satu penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer, yang merupakan bentuk paling umum dari gangguan ini.

Namun, ada juga faktor lain seperti cedera otak, gangguan vaskular, dan penyakit Parkinson yang dapat menyebabkan demensia.

IDI Indramayu menjelaskan bahwa gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Olahraga teratur, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan mental adalah langkah-langkah penting yang dapat diambil.

Selain itu, aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca, bermain teka-teki, atau belajar hal baru, juga dianjurkan untuk mencegah penurunan kognitif.

Penanganan demensia memerlukan pendekatan multidisiplin, yang melibatkan dokter, psikolog, dan terapis.