Penyebab lain adalah dengan membuka atau melepas filter udara atau yang istilah kerennya adalah open filter.
Ini kerap ditemukan pada motor-motor yang sudah tidak standar dan mengejar tarikan responsif yang instan.
Padahal di balik instannya tarikan tersebut ada bahaya tersendiri seperti debu yang bisa langsung masuk ke karbu atau ke injektor (berkenaan dengan poin nomor 1) hingga pasokan udara jadi lebih kaya.
Jika udara lebih banyak masuk ketimbang bahan bakar, maka efeknya adalah bisa membuat motor jadi ngempos.
7. Penggunaan Knalpot Racing Tanpa Settingan Tambahan
Banyak yang mengganti knalpot baik itu menggunakan knalpot racing atau bahkan cara ekstrim seperti melakukan bobok knalpot.
Pada motor zaman sekarang, biasanya ubahan pada sistem pembuangan yang tidak diperhitungkan secara matang bisa mendatangkan penurunan performa.
Jangan sampai niat ingin gaya namun malah membuat masalah baru seperti tarikan di tengah RPM tertahan hingga tarikan atas yang ngempos.
Saat mengganti knalpot, maka sebaiknya ganti juga beberapa part seperti gunakan busi dengan pengapian lebih besar, setting ulang injektor atau karbu, hingga ganti ECU atau CDI.
(VZ/RS)






