Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Remaja di Cicalengka Bandung Meninggal Dunia, Ayah Kandung Diduga Terlibat Penganiayaan

Remaja di Cicalengka Bandung Meninggal Dunia, Ayah Kandung Diduga Terlibat Penganiayaan

Satukota.com – Seorang remaja berusia 15–16 tahun yang masih duduk di kelas X SMK meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh ayah kandungnya di Kampung Dungus Maung, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut diduga bermula dari persoalan seragam sekolah dan sisa pembayaran biaya pendidikan yang belum terlunasi.

Korban berinisial RR atau EVN itu sempat dibawa ke fasilitas kesehatan oleh keluarga dan warga, tetapi nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden diperkirakan terjadi antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ketika korban berusaha meminta kejelasan mengenai kebutuhan sekolahnya.

Perselisihan kemudian diduga berujung pada kekerasan fisik yang menyebabkan remaja tersebut mengalami kondisi kritis.

Persoalan Biaya Sekolah Diduga Memicu Pertengkaran

Kejadian bermula ketika korban menanyakan persoalan seragam dan tunggakan biaya sekolah kepada ibunya, termasuk uang yang sebelumnya telah dikirimkan oleh sang kakek untuk membantu kebutuhan pendidikan.

Ibunya kemudian mengarahkan korban untuk menanyakan persoalan tersebut secara langsung kepada ayahnya yang saat itu sedang makan.

Pertanyaan mengenai kebutuhan sekolah itu diduga memicu kemarahan ayah korban berinisial DN hingga terjadi pertengkaran di lingkungan keluarga.

Dalam peristiwa tersebut, DN diduga mencekik leher korban hingga mengalami kejang-kejang, kemudian menendang bagian kepala korban ketika terjatuh.

Setelah kejadian, keluarga bersama warga berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke puskesmas terdekat sebelum mendapatkan rujukan ke rumah sakit.

Namun, kondisi korban tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Korban Dimakamkan, Polisi Lakukan Penanganan

Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumahnya pada Selasa (20/10/2026).

Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi warga Kampung Dungus Maung, sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan di lingkungan keluarga.

Kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian remaja tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandung untuk proses hukum lebih lanjut.

Meski demikian, dugaan peran pelaku dan rangkaian kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan serta pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Informasi mengenai penetapan status hukum tersangka, hasil pemeriksaan medis, dan perkembangan penyidikan lebih lanjut belum tersedia dalam data yang menjadi dasar penulisan artikel ini.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan keluarga, termasuk kebutuhan pendidikan dan keuangan, perlu diselesaikan tanpa kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan anak.***