Jadi jika sebelumnya aki sudah terisi cairan elektrolit dan airnya menurun karena menguap, maka akan diisikan dengan air suling ini yang biasanya dikemas dalam kemasan yang identik dengan warna biru.
Sedangkan untuk pertama kali, aki biasanya akan diisi dengan aki zuur atau cairan elektrolit yang terdiri dari 64% air suling dan 36% asam sulfat.
Biasanya aki zuur ini dikemas dengan kemasan yang identik dengan warna merah.
Jadi sampai di sini, rasanya sudah paham bukan jika kenapa kedua jenis air untuk aki ini tidak boleh saling tukar?
Jika aki yang masih kosong dan baru diberi air suling saja, jelas aki tidak akan berfungsi karena tidak ada asam sulfatnya.
Sedangkan jika aki yang sudah berisi cairan elektrolit kemudian takarannya menurun lalu diisi air zuur lagi, maka bisa membuat berat jenis aki berubah.
Imbasnya adalah asam sulfat jadi lebih dominan dan dapat merusak sel aki.
Pada saat cairan elektrolit menurun, salah satu faktor yang membuat hal tersebut adalah karena H2O atau air sulingnya menguap.
Oleh karenanya, sebaiknya gunakan air suling untuk menambah takaran air aki yang mulai menyusut.
Jangan tambahkan lagi asam sulfat, apalagi yang murni karena malah akan merusak aki itu sendiri.
(VZ/RS)






