Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Apakah Makan Daging Sebabkan Sakit Maag?

Apakah Makan Daging Sebabkan Sakit Maag
Ilustrasi. Sumber: Pixabay/ LoboStudioHamburg

Menurut penelitian dari Mayo Clinic, konsumsi daging merah berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk sakit maag.

Ini terutama berlaku jika daging dikonsumsi dalam porsi besar dan tanpa serat pendamping seperti sayuran.

Proses pencernaan daging yang lambat memaksa lambung bekerja lebih keras, sehingga memicu produksi asam lambung berlebih.

Namun, daging itu sendiri bukan penyebab utama sakit maag.

Penyebab utamanya lebih sering terkait dengan pola makan tidak sehat dan kebiasaan buruk seperti makan terlalu cepat atau langsung tidur setelah makan.

Dampak Daging Olahan Terhadap Lambung

Daging olahan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan daging segar.

Menurut World Health Organization (WHO), daging olahan seperti sosis, bacon, dan ham memiliki kandungan pengawet seperti nitrat dan nitrit.

Bahan-bahan ini dapat memicu iritasi pada dinding lambung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, kandungan garam yang tinggi pada daging olahan juga berkontribusi terhadap naiknya asam lambung.

Penderita maag dianjurkan untuk menghindari konsumsi daging olahan atau membatasi porsinya seminimal mungkin.

Tips Aman Mengonsumsi Daging untuk Penderita Maag

Meski daging sering dikaitkan dengan sakit maag, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsinya sama sekali.

Ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk tetap menikmati daging tanpa memicu gejala maag:

  • Jangan Langsung Tidur: Beri jeda waktu minimal 2 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.
  • Pilih Daging Rendah Lemak: Pilih daging ayam tanpa kulit, ikan, atau daging merah tanpa lemak.
  • Perhatikan Cara Pengolahan: Hindari menggoreng daging dengan banyak minyak. Sebaiknya, olah daging dengan cara direbus, dipanggang, atau dikukus.
  • Konsumsi dalam Porsi Kecil: Hindari makan daging dalam porsi besar sekaligus. Lebih baik konsumsi dalam porsi kecil namun sering.
  • Kombinasikan dengan Serat: Konsumsi daging bersama sayuran hijau atau biji-bijian untuk membantu proses pencernaan.
  • Hindari Daging Olahan: Kurangi konsumsi daging olahan seperti sosis, bakso, dan nugget.

(VZ/RS)