Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Cara Meninggikan Motor Beat

Satukota.com – Cara meninggikan motor Beat itu seperti apa? Ini adalah salah satu hal yang banyak ditanyakan oleh users Honda Beat series. Dan, di sini, kita akan membahasnya.

Cara Meninggikan Motor Beat
Honda Beat MY 2021

Motor matic apa yang kerap kalian temui di jalanan Indonesia? Ya, salah satu yang terbanyak adalah Honda Beat.

Bukan tanpa alasan, sebab motor ini jadi salah satu motor matic terlaris nomor 1 di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Suatu rekor yang tidak bisa diambil lagi oleh Yamaha Mio setelah posisi puncak tersebut diambil oleh Honda Beat.

Honda Beat sendiri banyak digunakan dalam segala kebutuhan, entah itu untuk ngojol, ngurir, pergi kerja ke kantor, pergi sekolah, hingga sekedar jarak pendek keluar rumah.

Namun, nampaknya motor yang satu ini punya suatu keluhan yang mungkin tidak terpikirkan oleh pabrikan.

Ya, Honda Beat sejatinya merupakan motor matic yang idealnya untuk daerah perkotaan dengan jalanan yang cenderung mulus.

Namun faktanya, motor ini banyak digunakan di segala medan dan kadang di medan yang kurang rata sehingga banyak menggerus tanah.

Untuk itu, ada beberapa orang yang berpikir, bagaimana caranya untuk meninggikan motor yang satu ini?

Atas pertanyaan tersebut, kami akan coba uraikan beberapa hal untuk meninggikan motor yang satu ini, namun kami tidak menjamin beberapa cara yang akan dibahas itu aman dan murah.

Cara Meninggikan Motor Beat

Beberapa cara dari kami adalah sebagai berikut:

1. Meninggikan Shockbreaker Depan

Suspensi depan punya andil cukup besar dalam menjaga ketinggian motor tetap ideal sehingga tidak terlalu turun.

Pastikan suspensi depan tidak diturunkan seperti trend kebanyakan di mana suspensi depan diturunkan agar memberi efek lebih “nungg!ng”.

Jika perlu dan ada budget lebih, kita bisa beli shock depan aftermarket dengan panjang shock yang lebih panjang.

Tapi ya itu, harganya memang terbilang tidak begitu murah dan tidak ada jaminan shock depan pengganti akan lebih nyaman saat digunakan.

2. Menggunakan Anting-anting Peninggi Shock Belakang

Cara yang banyak dilakukan namun kurang direkomendasikan karena tidak begitu safety (aman) adalah dengan menggunakan anting-anting peninggi shock belakang.

Ini kerap dilakukan karena biayanya yang cenderung murah, namun efeknya adalah bisa saja shock belakang jadi mudah patah.

Selain itu, bisa juga bagian anting-antingnya yang patah karena tidak kuat dalam memikul beban.

Jika mau mengambil resiko sendiri, kita bisa lakukan cara ini, namun kita perlu cek secara berkala bagian anting-anting, sebab dikhawatirkan akan patah pada bagian tersebut.

3. Mengganti Shock Belakang Dengan Yang Lebih Tinggi

Versi lebih berduit dari poin nomor 2 adalah mengganti suspensi belakang dengan yang lebih tinggi.

Sayangnya, opsi ini perlu budget atau biaya yang lebih mahal serta perlu teliti dalam mencari suspensi belakang aftermarket atau pun copotan dari motor lain yang lebih tinggi.

4. Gunakan Ban Yang Lebih Tebal atau Tinggi

Opsi lain yang bisa dilakukan adalah ketika menggunakan ban yang lebih tebal atau tinggi.

Efek dari menggunakan ban yang lebih tebal atau tinggi adalah bisa membuat ban jadi lebih empuk.

Selain itu, ban juga tidak mudah benjol saat menerjang jalanan yang tidak rata disertai dengan velg yang tidak mudah retak atau penyok saat menerjang jalanan yang tidak rata.

Kekurangannya adalah perlu budget ekstra untuk memperbesar dimensi ban serta akselerasi motor bisa berkurang jika ban yang lebih tinggi tersebut punya bobot lebih berat.

5. Gunakan Velg 17 Inch

Opsi yang bisa menguras banyak uang adalah dengan mengganti velg serta bannya ke yang berdiameter 17 inch.

Ini memang tidak direkomendasikan karena bisa membuat handling jadi tidak nyaman, dan biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan modifikasi saja.

Kebanyakan, orang yang menggunakan velg 17 inch pada motor Beat kerap diimbangi dengan lebar velg yang tidak terlalu lebar bahkan lebih tipis dari standar.

Ini bertujuan untuk mengakali akselerasi motor yang berpotensi jadi lebih lambat saat menggunakan velg yang lebih besar dan berat (jika menggunakan yang lebih tipis, maka berpotensi lebih ringan).

(VZ/RS)