Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Diduga Minta Japrem ke Pedagang, Pria “Digulung” Warga di Leuwigajah Cimahi

Diduga Minta Japrem ke Pedagang, Pria Diamankan Warga di Leuwigajah Cimahi

Satukota.com – Aksi dugaan pemalakan terhadap pedagang kaki lima kembali memicu keresahan warga di kawasan Leuwigajah Kerkof, Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis malam.

Seorang pria yang diduga kerap meminta uang jatah preman atau japrem kepada pedagang setempat diamankan warga setelah keberadaannya dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena aktivitas usaha pedagang kaki lima di kawasan itu disebut terganggu oleh dugaan aksi permintaan uang secara paksa.

Berdasarkan informasi yang beredar, warga yang telah merasa resah kemudian mengerumuni pria tersebut di lokasi kejadian.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga meluapkan kekesalan hingga terduga pelaku mendapat perlakuan fisik dari massa yang berada di lokasi.

Rekaman video yang beredar di masyarakat memperlihatkan pria tersebut dalam kondisi tak berdaya dan meminta ampun ketika dikerumuni warga.

Warga kemudian mengamankan pria itu ke tempat yang lebih aman untuk mencegah situasi berkembang menjadi amuk massa yang lebih parah.

Dugaan pemalakan terhadap pedagang kaki lima seperti ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dapat menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berdagang.

Karena itu, kejadian di Leuwigajah Kerkof diharapkan menjadi perhatian aparat kepolisian dan petugas keamanan setempat untuk memperkuat patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Kehadiran petugas secara rutin dinilai penting untuk mencegah aksi serupa sekaligus memberikan rasa aman kepada pedagang dan warga yang beraktivitas pada malam hari.

Masyarakat juga perlu menghindari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat berwenang agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan.

Hingga informasi ini disusun, dugaan aksi pemalakan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan klarifikasi aparat untuk memastikan rangkaian kejadian serta status hukum pria yang diamankan warga.***