Pernahkah kita menanyakan gaji seseorang namun orang tersebut seolah enggan menjawab pertanyaan kita?
Jika pernah, kita harus sadari jika gaji ini adalah salah satu pertanyaan yang sensitif dan merupakan privasi seseorang.
Jika ternyata gajinya kecil, tentu ini bisa membuat seseorang minder, sedangkan jika ternyata gajinya besar, ini juga bukan berarti tanpa masalah.
Oleh karenanya, tidak heran jika ada orang yang ketika ditanyai gaji memilih tidak menjawab atau menjawab seperlunya saja semisal “cukup lah buat sebulan” atau “cuman 2 digit saja”.
Lebih lanjut, berikut beberapa alasan dari segi yang ditanya mengenai alasan tidak menjawab secara gamblang mengenai besaran gaji, yakni:
- Merasa tidak nyaman karena bertanya gaji dianggap kurang sopan, terlebih oleh orang yang tidak begitu akrab
- Minder karena gajinya masih kecil
- Ingin merendah dan tidak ingin menyinggung orang lain yang gajinya kecil
- Jika gajinya besar, takut jadi incaran teman yang senang pinjam uang tanpa mau mengembalikan
- Tidak ingin mengundang rasa iri dan dengki dari teman atau kerabat yang gajinya lebih kecil
Jika kita akan melakukan penelitian soal besaran gaji di suatu perusahaan, kita harus perhatikan model pendekatan yang sesuai.
Yakni pendekatan secara halus dan tidak usah secara gamblang (misal jawaban diisi dari kertas kuisoner tanpa mencantumkan nama).
Dari apa yang kami alami, bertanya gaji ini akan cukup sulit meski konteks-nya adalah penelitian. Orang-orang cenderung tidak nyaman ketika ditanyai gaji dan biasanya menjawab secukupnya saja.
(VZ/RS)






