Anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran pernapasan.
Selain itu, wanita hamil yang terpapar asap rokok dapat mengalami komplikasi kehamilan.
Studi menunjukkan bahwa paparan asap rokok selama kehamilan dapat menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.
Dalam kasus tertentu, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kematian bayi saat lahir.
Selain risiko kesehatan fisik, perokok pasif juga menghadapi tekanan psikologis.
Banyak dari mereka merasa tidak nyaman atau tertekan ketika berada di lingkungan dengan perokok aktif.
IDI Cirebon juga menyoroti bahwa banyak perokok aktif yang tidak menyadari dampak buruk perilaku mereka terhadap orang lain.
Kesadaran akan bahaya asap rokok perlu ditingkatkan melalui kampanye yang lebih efektif.
Edukasi di tingkat keluarga juga sangat penting untuk melindungi anggota keluarga dari paparan asap rokok.
Lingkungan rumah harus dijadikan zona bebas rokok untuk menjaga kesehatan semua anggota keluarga.
Di tempat kerja, perusahaan juga dapat mengambil langkah-langkah untuk melarang merokok di area kerja.
Hal ini tidak hanya melindungi perokok pasif tetapi juga mendorong perokok aktif untuk mengurangi kebiasaan merokok mereka.
Menurut laporan WHO, lebih dari 1,2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun disebabkan oleh paparan asap rokok pada perokok pasif.
Ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan perlunya tindakan segera.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah perokok tertinggi di dunia memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakatnya.
Kebijakan yang lebih tegas seperti pelarangan iklan rokok dan penegakan zona bebas rokok dapat menjadi solusi.






