Selain itu, paparan asap knalpot dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah mata yang lebih serius.
Polusi udara dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi mata kronis, seperti konjungtivitis (peradangan pada konjungtiva) atau blefaritis (peradangan pada kelopak mata).
Kondisi ini dapat memperburuk gejala perih pada mata dan mempengaruhi kualitas penglihatan.
Dalam kasus yang lebih parah, polusi udara juga bisa berkontribusi pada penurunan ketajaman penglihatan dan meningkatkan risiko penyakit mata seperti katarak atau degenerasi makula.
Asap knalpot mengandung berbagai macam senyawa kimia yang dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Salah satu senyawa yang terkandung dalam asap knalpot adalah karbon monoksida.
Karbon monoksida dapat mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh, termasuk sel-sel mata.
Ketika sel-sel mata kekurangan oksigen, proses penyembuhan alami terganggu, yang menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada mata.
Selain itu, karbon monoksida juga dapat memicu peradangan pada jaringan mata, yang semakin memperburuk rasa perih.
Di sisi lain, asap knalpot juga mengandung nitrogen oksida (NOx) yang dikenal sebagai polutan udara berbahaya.
Nitrogen oksida ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, tetapi juga berdampak pada mata.
Paparan nitrogen oksida dalam jumlah tinggi dapat merusak lapisan pelindung pada mata, yang membuat mata lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan. Efek buruk nitrogen oksida ini bisa lebih terasa pada orang yang memiliki alergi atau kondisi mata tertentu.
(VZ/RS)






