Gejala ini mirip dengan yang dirasakan oleh orang yang mengalami “masuk angin”, sehingga sering disalahpahami.
Selain itu, penderita asam lambung lebih sensitif terhadap perubahan suhu tubuh.
Paparan angin malam atau udara dingin sering dikaitkan dengan “masuk angin”, meskipun secara medis hal ini belum sepenuhnya terbukti.
Teori yang berkembang menyebutkan bahwa suhu dingin dapat memperburuk gejala refluks asam, menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Stres juga merupakan faktor yang memperburuk gejala asam lambung. Peningkatan produksi asam lambung akibat stres dapat menyebabkan ketegangan otot, termasuk otot di sekitar perut dan dada.
Akibatnya, penderita sering merasakan gejala mirip “masuk angin”, seperti perut kembung, mual, dan pusing.
Pola makan yang tidak teratur juga berperan dalam memperparah gejala asam lambung. Konsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam dapat meningkatkan produksi asam lambung, menyebabkan perut penuh gas dan kembung.
Jika seseorang makan terlalu cepat atau dalam porsi besar, gas yang dihasilkan dalam perut sering diartikan sebagai “masuk angin”, padahal sebenarnya terkait dengan masalah pencernaan.
(VZ/RS)






