Terima kasih sudah mengunjungi Satukota.com

DMCA  PROTECTED

Warga di Bandung Jadi Korban Pemerasan Bermodus Mengaku Intel Polisi, Uang di Dompet Raib

Warga di Bandung Jadi Korban Pemerasan Bermodus Mengaku Intel Polisi, Uang di Dompet Raib

Satukota.com – Seorang warga di kawasan Jalan Elang Raya, Kecamatan Andir, Kota Bandung, diduga menjadi korban pencurian dengan modus pemeriksaan setelah seorang pria yang mengaku sebagai anggota intel kepolisian menghentikan dan menggeledahnya pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam.

Peristiwa yang terekam kamera pengawas itu memperlihatkan korban sedang berjalan membawa kantong plastik untuk membuang sampah sebelum tiba-tiba dihentikan oleh seorang pengendara sepeda motor.

Pelaku kemudian diduga memanfaatkan situasi tersebut dengan mengaku sebagai aparat dan menuduh korban membawa narkoba sebelum melakukan pemeriksaan terhadap pakaian serta barang pribadi korban.

Korban Dihentikan Saat Hendak Membuang Sampah

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, kejadian berlangsung sekitar pukul 19.22 WIB di kawasan Jalan Elang Raya, Bandung, ketika kondisi lingkungan mulai memasuki waktu malam.

Dalam rekaman tersebut, korban terlihat berjalan seorang diri sambil membawa kantong plastik yang diduga hendak digunakan untuk membuang sampah.

Tidak lama kemudian, seorang pria yang mengendarai sepeda motor berhenti di dekat korban dan kemudian menghampirinya.

Pria tersebut terlihat mengenakan helm berwarna putih serta jaket hitam ketika menghentikan langkah korban di pinggir jalan.

Pelaku diduga memperkenalkan dirinya sebagai anggota intel kepolisian dan kemudian menyampaikan tuduhan bahwa korban membawa narkoba atau barang terlarang.

Tuduhan tersebut membuat korban berada dalam posisi tertekan sehingga mengikuti pemeriksaan yang dilakukan oleh pria tersebut.

Pemeriksaan Berujung Hilangnya Uang

Pemeriksaan yang dilakukan pelaku tidak hanya menyasar saku pakaian korban, tetapi juga barang pribadi yang dibawa pada saat kejadian.

Dalam rekaman CCTV, korban tampak mengikuti arahan pria tersebut ketika pemeriksaan berlangsung di lokasi.

Salah satu barang yang kemudian diperiksa adalah dompet milik korban yang berisi uang tunai.

Keluarga korban menyebut korban tidak menyadari adanya pengambilan uang ketika proses pemeriksaan berlangsung karena perhatian korban terfokus pada tindakan pria yang mengaku sebagai anggota intel tersebut.

Setelah pemeriksaan selesai, pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Keluarga korban menduga uang tunai yang sebelumnya berada di dalam dompet telah diambil ketika proses pemeriksaan berlangsung.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan proses pemeriksaan dan dugaan pengambilan uang beredar melalui media sosial.

Keluarga Sebut Korban Tidak Membawa Barang Terlarang

Keluarga menegaskan bahwa korban pada saat kejadian tidak sedang membawa narkoba ataupun barang terlarang sebagaimana tuduhan yang disampaikan oleh orang yang mengaku sebagai aparat.

Korban disebut hanya memiliki keperluan sederhana, yakni keluar rumah untuk membuang sampah sebelum akhirnya dihentikan oleh orang tersebut.

Kondisi tersebut membuat keluarga menilai modus yang digunakan pelaku patut diwaspadai karena memanfaatkan identitas aparat untuk membuat calon korban merasa takut dan mengikuti perintah.

Apabila seseorang tiba-tiba mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta pemeriksaan, masyarakat pada dasarnya perlu memastikan identitas serta kewenangan orang tersebut sebelum menyerahkan barang pribadi.

Masyarakat juga sebaiknya tidak langsung menyerahkan dompet, telepon genggam, uang, atau barang berharga lainnya kepada orang yang tidak dapat menunjukkan identitas dan dasar pemeriksaan secara jelas.

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Penting

Keberadaan kamera pengawas di sekitar lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam mengungkap rangkaian kejadian tersebut.

Rekaman CCTV dapat membantu memperlihatkan waktu kejadian, ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, hingga pola tindakan ketika korban dihentikan.

Dalam kasus dugaan tindak pidana seperti ini, rekaman asli sebaiknya disimpan oleh pemilik atau keluarga korban agar dapat digunakan sebagai bahan pendukung apabila laporan resmi dibuat kepada kepolisian.

Keluarga korban juga berharap kejadian tersebut mendapat perhatian aparat sehingga identitas pria yang mengaku sebagai anggota intel dapat ditelusuri.

Selain mengungkap dugaan pencurian, penelusuran terhadap identitas pelaku juga penting untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar memiliki hubungan dengan institusi kepolisian atau hanya menggunakan identitas aparat sebagai kedok.

Belum Ada Keterangan Resmi dari Kepolisian

Informasi mengenai kejadian ini sejauh ini berasal dari rekaman CCTV dan unggahan warga di media sosial, sehingga rincian mengenai identitas pelaku, jumlah uang yang hilang, serta status hukum kasus masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi aparat.

Belum adanya keterangan resmi juga membuat publik perlu berhati-hati dalam menyimpulkan identitas maupun latar belakang pria yang terekam dalam video tersebut.

Prinsip kehati-hatian penting diterapkan karena seseorang yang terlihat mengenakan pakaian tertentu atau mengaku sebagai aparat belum otomatis dapat dipastikan sebagai anggota institusi yang disebutkannya.

Masyarakat yang mengalami kejadian serupa sebaiknya mencatat ciri-ciri pelaku, nomor kendaraan apabila terlihat, lokasi, waktu kejadian, serta menyimpan rekaman kamera pengawas atau bukti lain yang tersedia.

Jika situasi memungkinkan, masyarakat juga dapat meminta orang di sekitar lokasi menjadi saksi dan menghindari tindakan yang berpotensi memperburuk keadaan.

Waspada Modus Pemeriksaan oleh Orang Tak Dikenal

Modus pemeriksaan dengan mengatasnamakan aparat dapat memanfaatkan rasa takut korban terhadap tuduhan hukum sehingga korban cenderung mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi.

Situasi tersebut menjadi semakin berisiko ketika pemeriksaan dilakukan terhadap dompet atau barang berharga yang memungkinkan pelaku mengambil uang maupun benda lain tanpa segera diketahui korban.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa rasa panik tidak boleh membuat kewaspadaan hilang ketika berhadapan dengan seseorang yang mengaku sebagai petugas.

Apabila terdapat pemeriksaan yang dianggap mencurigakan, identitas petugas dapat ditanyakan dan masyarakat dapat meminta penjelasan mengenai alasan pemeriksaan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam kondisi yang aman, warga juga dapat meminta bantuan orang sekitar atau menghubungi kepolisian untuk memastikan apakah pemeriksaan tersebut benar-benar dilakukan oleh petugas resmi.

Kasus di Jalan Elang Raya ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tidak hanya diperlukan ketika berada di tempat sepi, tetapi juga ketika menghadapi orang yang menggunakan atribut, kendaraan, atau klaim jabatan tertentu untuk mendapatkan kepercayaan.

Hingga informasi resmi mengenai kasus tersebut disampaikan, masyarakat Bandung diimbau tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai aparat dan meminta pemeriksaan barang pribadi tanpa identitas atau kewenangan yang dapat diverifikasi.***