Satukota.com – Dua pria berinisial D dan R ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di sebuah kamar kontrakan di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) pagi.
Keduanya masih dalam keadaan hidup ketika ditemukan warga sekitar pukul 08.10 WIB setelah meminta pertolongan akibat luka serius yang mereka alami.
Polisi kini masih menyelidiki peristiwa tersebut karena belum dapat memastikan apakah kejadian itu merupakan penganiayaan, perkelahian, atau bentuk kekerasan lain yang melibatkan kedua pria tersebut.
Peristiwa berdarah itu menggemparkan warga Kampung Lembur Sawah, RT 05/RW 16, setelah kondisi kedua pria diketahui di dalam sebuah kamar kontrakan pada pagi hari.
Informasi mengenai keberadaan dua pria yang terluka tersebut kemudian diterima aparat kepolisian setelah masyarakat melaporkan kejadian dan meminta bantuan untuk melakukan evakuasi.
Kapolres Cimahi AKBP M. Faruk Rozi membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 08.10 WIB terkait dua pria yang mengalami luka parah di sebuah kamar kontrakan.
D dan R selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum menjalani perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kondisi keduanya disebut cukup serius karena mengalami luka pada bagian leher yang diduga akibat benda atau senjata tajam hingga menyebabkan pendarahan hebat.
Kedua pria tersebut hingga kini masih menjalani perawatan intensif sehingga penyidik belum dapat memperoleh keterangan langsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar kontrakan tersebut.
Situasi itu membuat polisi belum menetapkan secara pasti siapa yang berposisi sebagai korban dan siapa yang menjadi pihak yang melakukan penyerangan.
Penyidik juga belum menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi duel karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian di dalam kamar.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk penting yang tengah diperiksa polisi untuk menyusun rangkaian kejadian.
Dari pemeriksaan awal terhadap rekaman tersebut, polisi memperoleh gambaran bahwa hanya dua pria yang berada di dalam ruangan ketika peristiwa berlangsung.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penyelidikan karena sampai saat ini belum ditemukan keterangan saksi yang dapat menjelaskan secara langsung bagaimana pertikaian atau kekerasan itu bermula.
Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari berbagai petunjuk yang dapat membantu mengungkap kronologi.
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan sejumlah bercak darah di dalam kamar kontrakan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Jejak darah juga ditemukan hingga ke bagian jalan di depan rumah warga sehingga polisi masih menelusuri kemungkinan pergerakan kedua pria setelah mengalami luka.
Keberadaan bercak darah di sejumlah titik menjadi bagian dari bukti yang perlu diperiksa lebih lanjut sebelum penyidik menarik kesimpulan mengenai rangkaian kejadian.
Penyidik perlu mencocokkan temuan di lokasi dengan rekaman CCTV serta hasil pemeriksaan medis terhadap D dan R untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Kondisi kedua pria yang belum memungkinkan untuk memberikan keterangan menjadi salah satu kendala dalam mengungkap motif maupun kronologi kejadian secara cepat.
Karena itu, polisi masih membuka sejumlah kemungkinan mengenai penyebab kedua pria tersebut mengalami luka serius tanpa terlebih dahulu menyimpulkan bahwa keduanya terlibat dalam aksi saling serang.
Pemeriksaan terhadap lokasi kejadian juga penting untuk memastikan posisi kedua pria, kemungkinan penggunaan benda tajam, serta hubungan antara jejak darah yang ditemukan di kamar dan area sekitar kontrakan.
Dari sisi penyelidikan, keterangan langsung dari kedua pria nantinya dapat menjadi bagian penting untuk melengkapi bukti yang sudah diperoleh petugas dari lokasi dan rekaman kamera pengawas.
Polisi juga perlu memastikan apakah terdapat orang lain yang datang atau meninggalkan lokasi sebelum maupun setelah kejadian melalui pemeriksaan CCTV dan keterangan warga sekitar.
Hingga Kamis (13/8/2026), belum ada kesimpulan resmi mengenai motif di balik peristiwa tersebut maupun kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas luka yang dialami D dan R.***






