Satukota.com – Viral kembali di media sosial sebuah video memilukan yang memperlihatkan seorang pria meninggal dunia saat menjalani proses perekaman KTP elektronik atau e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bulukumba, Sulawesi Selatan. Peristiwa yang sudah terjadi sejak Maret 2022 ini kembali mencuri perhatian publik setelah unggahan tersebut tersebar luas, salah satunya oleh pengacara kondang Hotman Paris.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang awalnya terlihat lunglai dan tampak tidak berdaya saat menjalani proses perekaman e-KTP. Pria tersebut didampingi oleh beberapa orang yang terlihat membantu untuk menenangkan kondisinya. Namun, tidak lama setelah itu, pria tersebut terbaring kaku di atas kursi panjang di ruangan tersebut. Dengan kedua tangan bersedekap di perutnya, pria tersebut tak bisa tertolong dan meninggal dunia di tempat.
Dari pembicaraan orang-orang yang berada di sekitar tubuh pria tersebut, diketahui bahwa pria malang ini merupakan pasien dari RSUD Bulukumba yang tengah mengurus administrasi kependudukan agar bisa melanjutkan proses operasi yang dijadwalkan. Namun, karena ia tidak memiliki e-KTP, prosedur tersebut batal dilaksanakan. Peristiwa ini pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan pihak rumah sakit.
Kejadian memilukan ini sempat viral pada tahun 2022, namun kini kembali mencuat setelah video tersebut diunggah di berbagai platform media sosial. Salah satu unggahan yang paling menyita perhatian adalah dari akun pengacara ternama Hotman Paris, yang mengungkapkan betapa tragisnya kejadian ini. Tidak hanya mengundang simpati, kejadian ini juga memicu pertanyaan mengenai ketidakberesan sistem administrasi kependudukan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang pasien.
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana pria yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak administrasinya harus menghadap maut, meskipun niatnya hanya untuk mendapatkan dokumen identitas yang sah. Menurut informasi yang beredar, pria tersebut sudah beberapa kali mencoba mengurus e-KTP, namun tak kunjung berhasil karena berbagai kendala teknis. Proses perekaman e-KTP yang seharusnya menjadi langkah mudah untuk memperoleh identitas resmi, justru menjadi pemicu kematian yang tragis.
Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah bagaimana sistem administrasi kependudukan yang masih menuntut persyaratan e-KTP untuk akses layanan kesehatan dan lainnya, padahal dalam kondisi darurat, seseorang seharusnya tidak dihambat oleh urusan administrasi. Kejadian ini membuka kembali perdebatan mengenai pentingnya reformasi sistem administrasi yang lebih memudahkan warga negara untuk mendapatkan hak-haknya tanpa harus menunggu berlarut-larut.
Lebih jauh, video yang diunggah oleh akun LinkedIn Ismail Bahrudin pada 14 April 2025, turut memperlihatkan bagaimana video ini menjadi topik pembicaraan publik, terutama di kalangan pengguna media sosial yang merasa prihatin dengan situasi tersebut. Video ini juga menggugah banyak orang untuk lebih peduli terhadap masalah administrasi kependudukan yang terkadang dianggap sepele oleh sebagian orang, namun bagi mereka yang terjebak dalam sistem ini, hal tersebut bisa berakibat fatal.
Pemerintah melalui Dinas Dukcapil pun diharapkan dapat lebih memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan terkait administrasi kependudukan ini agar tidak ada lagi warga negara yang terhambat dalam memperoleh hak-haknya hanya karena urusan administrasi yang rumit. Hal ini juga menjadi perhatian penting dalam penyusunan kebijakan baru terkait kependudukan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Video ini, meskipun sudah beredar sejak lama, kembali mencuat sebagai pengingat pentingnya reformasi sistem administrasi kependudukan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi kendala dalam pelayanan publik seperti di Bulukumba. Kejadian ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya hak-hak dasar setiap warga negara, termasuk identitas yang sah, yang harus dipermudah dan tidak menjadi hambatan dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa ini juga menjadi refleksi bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan pentingnya administrasi kependudukan sebagai bagian dari hak sipil yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Kejadian memilukan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sistem yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Mencari artikel kesehatan? Kunjungi: pafiwaenetat.org***






